SHOUTBOX

Polls
Menurut anda, apakah web ini bagus?
 
Featured Links:
Baner
Baner
Baner
Sate Klathak, Sebuah Eksotisme Daging Kambing di Jogja Selatan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Imel   

Bumbu yang minimalis menambah cita rasa daging segar yang dibakar hingga matang. Sate klathak siap disantap di bawah teduhnya langit Jogja.

 

Ternyata memang hanya Jogja yang bisa membuat kambing dan sepeda bertemu di atas bara api hingga menjadi sepiring sate yang nikmat. Di Bantul, daerah asalnya, sajian ini sudah cukup mendapat tempat di hati masyarakat.

 

Unik

Sepintas sate klathak hampir sama dengan sate kambing biasa. Namun, sate ini ukurannya lebih besar dibandingkan sate pada umumnya. Menurut Tia, salah satu pemilik warung sate klathak, biasanya kambing yang dipilih adalah wedhus gembel (kambing berwarna coklat) yang masih muda agar baunya tidak menyengat dan empuk saat dimakan. Yang membuatnya lebih unik, tusuk satenya terbuat dari jeruji sepeda. Besi jeruji sepeda menjamin daging kambing matang sampai ke dalam-dalam meskipun tidak sampai gosong dan hitam .

Slogan dunia iklan "Less is more" tampaknya  tepat  diimplementasikan pada sate klathak yang berpenampilan sederhana dan bisa dibilang 'telanjang'. Bagaimana tidak, potongan-potongan daging kambing yang lumayan besar itu cuma dibumbui garam saja sebelum ditusuk dan dibakar. Garam yang terbakar bara menimbulkan bunyi “klathak,klathak” hingga membuat sate ini kemudian diberi nama “Sate Klathak”.

Cara menyantap sate klathak ini juga agak lain dari sate biasa, yaitu sepiring nasi putih yang disajikan bersama kuah gulai yang gurih dan sambal kecap. “Baru kali ini nyoba sate pakai kuah gulai. Mak nyuss”, ungkap Dela, salah satu penikmat sate klathak.

 

Asli Bantul

Sate Klathak sangat terkenal karena hanya ada di Bantul. Sate unik ini bisa ditemui di sepanjang Jalan Imogiri Timur, kurang lebih 4 kilometer arah selatan terminal Giwangan. Di sepanjang jalan itu terdapat sekitar 30 warung sate kambing hanya dalam ruas jalan sepanjang 2.5 km. Jadi rata-rata hampir setiap 80 meter ada satu warung sate kambing. Untuk di sepanjang jalan, warung-warung sate buka dari jam 08.00 hingga jam 03.00 dini hari. Sedangkan khusus untuk yang berjualan di dalam pasar buka mulai jam 19.30 hingga jam 03.00 dini hari.

Banyak para wisatawan kuliner dari luar dan sekitar Jogja sering menyempatkan untuk mampir dan mencicipi sate ini. Biasanya satu porsi sate Klathak terdiri dari dua tusuk sate, nasi, dan kuah gulai. Harganya pun bervariasi dari 8 ribu hingga 12 ribu per porsinya. “Rasanya gurih, terus dagingnya nggak prengus. Harganya juga pas dikantong”, tutur Sisca (Psikologi ’07). Suasana santai dan harga yang terjangkau cukup menjadi alasan bagi siapapun untuk mencoba sate ini. Rasa khas-nya yang sederhana akan membuat siapapun kangen untuk kembali lagi menikmati sate ‘asal’ Bantul ini.