|
Kelas Pagi Yogyakarta siap membantu secara cuma-cuma kepada siapa saja yang berniat menekuni bidang fotografi. Dari dulu hingga sekarang, dunia fotografi masih menjadi minat banyak orang. Entah sebagai hobi maupun profesi. Entah sebagai objek foto atau sebagai fotografer itu sendiri. Melihat besarnya minat masyarakat, tak heran bila ada banyak komunitas fotografi di beberapa kota, salah satunya di Yogyakarta. Bagi para penikmat dunia fotografi di kota ini, komunitas Kelas Pagi Yogyakarta bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendalami kemampuan fotografi. Awal Pembentukan Kelas Pagi merupakan salah satu wadah bagi para pecinta fotografi yang ingin belajar fotografi bersama. Komunitas ini tidak bersifat komersial, artinya anggota Kelas Pagi dapat belajar fotografi secara gratis. Kelas Pagi didirikan di Jakarta pada tahun 2006 oleh seorang fotografer komersial Anton Ismael. Waktu itu beliau diminta oleh enam orang temannya untuk mengajari bagaimana membuat foto. Akhirnya terbentuklah angkatan pertama Kelas Pagi Jakarta dengan jumlah anggota enam orang. Pertemuan kelas fotografi ini dilakukan di pagi hari, antara pukul 06.00-10.00 WIB. Hal inilah yang mendasari komunitas ini diberi nama Kelas Pagi. Kelas Pagi Jakarta tidak berhenti sampai di angkatan pertama, komunitas ini terus berkembang hingga angkatan keempat dengan jumlah anggota lebih dari 600 orang. Melihat minat yang besar pada komunitas ini, akhirnya dibuka cabang pertama Kelas Pagi, yaitu Kelas Pagi Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Brigjend Katamso-Prawirodirjan GM II / no 1226. ”Jogya dipilih sebagai cabang pertama Kelas Pagi karena melihat penjajagan yang dilakukan lewat facebook, memang banyak permintaan dari teman-teman Jogja sendiri,” terang Nana Justina, Wakil Kepala Sekolah I Kelas Pagi Yogyakarta. Selain dari banyaknya permintaan, alasan pemilihan JogJa sebagai cabang pertama Kelas Pagi karena sudah tersedia tempat belajar. Rata-rata anggota Kelas Pagi Yogyakarta pun sudah lebih siap untuk belajar fotografi. Sampai saat ini sudah ada 200 orang yang menjadi anggota Kelas Pagi Yogyakarta. Sebagian besar anggota Kelas Pagi merupakan mahasiswa, salah satunya Intan (Komunikasi ’07). Menurutnya, selain bisa belajar fotografi, Kelas Pagi juga bisa menjadi tempat untuk menambah relasi. ”Aku memang suka motret dan pengen belajar fotografi dari fotografer-fotografer profesional. Apalagi belajar gratis,” ungkapnya. Bukan Saingan Sebagai komunitas yang mewadahi pembelajaran fotografi secara gratis, Kelas Pagi tidak pernah melakukan promosi komersil. Namun, hanya dilakukan sosialisasi kepada para anggota melalui grup Kelas Pagi di facebook. Aktivitas pertama Kelas Pagi Yogyakarta yaitu pameran foto yang dilakukan pada tanggal 6-10 Oktober lalu. Sedangkan untuk kegiatan rutin direncanakan akhir Oktober sudah ada jadwal yang pasti. ”Rencananya akan diadakan pertemuan mimimal sekali seminggu dan rutin jangka waktu tertentu akan ditarget untuk mengadakan pameran,” jelas Nana. Meski bisa dikatakan sebagai kursus fotografi, Kelas Pagi sama sekali tidak menempatkan diri sebagai saingan kursus-kursus fotografi lainnya. Anggota Kelas Pagi sendiri tetap disarankan untuk aktif mencari informasi tentang minat fotografi masing-masing dan tetap diperbolehkan belajar fotografi di tempat lain. Layaknya komunitas pada umumnya, Kelas Pagi selalu berusaha untuk tetap bisa berbagi ilmu dengan para anggotanya. Tujuan sederhana untuk membantu para pecinta fotografi agar bisa membuat karya sesuai dengan yang mereka inginkan menjadi pijakan awal komunitas ini. ”Pada intinya, kami ingin membantu anggota menjadi fotografer sesuai yang mereka inginkan, bukan menjadi orang lain, ” tutup Nana. |