SHOUTBOX

Polls
Menurut anda, apakah web ini bagus?
 
Featured Links:
Baner
Baner
Baner
KILAS
Program Studi Baru di Fakultas Teknik PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Adi, Febri   

Fakultas Teknik siap menyambut datangnya mahasiswa baru dengan menambah satu program studi (prodi). Berdasarkan SK Rektor UGM yang dikeluarkan pada Januari 2010, prodi Teknologi Informatika resmi didirikan dibawah naungan Jurusan Teknik Elektro.

Untuk menyesuaikan keberadaan prodi baru ini, nama jurusan pun dirubah menjadi Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informatika. Pada tahun pertama, prodi ini hanya membuka satu kelas dengan kuota 70 orang atau sepertiga dari total mahasiswa Teknik Elektro per angkatan.

Dr Eng Suharyanto, M Eng selaku Penanggung Jawab Jurusan (PJJ) Bidang Akademik dan Penelitian Jurusan Teknik Elektro menjelaskan bahwa pada dasarnya prodi ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, Teknologi Informatika merupakan salah satu minat studi yang ditawarkan oleh Teknik Elektro, selain Sistem Tenaga Listrik dan Sistem Isyarat dan Elektronika. “Untuk tahun ini, TI memang masih sebatas minat studi. Namun mulai tahun ajaran depan akan berdiri sendiri dan mahasiswa lama yang mengambil konsentrasi TI langsung terdaftar di prodi ini,” ujarnya.

Mengenai metode perkuliahan, Suharyanto menjelaskan bahwa 70 persen berupa teori dan 30 persen berupa praktek. Kebijakan tersebut diambil karena lulusan S1 Teknologi Informasi dituntut untuk mampu meningkatkan daya analisisnya. Dirinya juga membantah prodi ini dibangun untuk menyaingi Ilmu Komputer. “Justru TI mengajarkan hal yang tidak ada dalam Ilkom (Ilmu Komputer,-Red), sehingga sifatnya saling melengkapi, tandasnya. Hal senada juga diucapkan Ning (Teknik Elektro ‘09), mahasiswi minat studi Teknologi Informatika, “Sekarang sudah jamannya IT, dan teknologi tidak hanya sebatas komputer saja.”

Sebagai sebuah institusi baru, para inisiator sadar bahwa sosialisasi sangat diperlukan, walaupun nama Teknologi Informatika bukanlah sesuatu yang asing. Sosialisasi prodi ini telah dilakukan melalui media massa, website UM UGM, dan dalam acara road show di beberapa kota. Harapannya tentu untuk memberikan informasi akurat tentang adanya prodi baru di UGM, sehingga calon mahasiswa mempunyai gambaran yang jelas mengenai prodi ini.

 Adi, Febri

 
gleTiga Tim UGM Ikuti Kompetisi Danone PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Dina   
gleTiga Tim UGM Ikuti Kompetisi Danone

Danone kembali mengadakan “Trust by Danone” ada tahun 2010 ini. Perbedaan dari tahun kemarin adalah bertambahnya jumlah peserta menjadi 10 universitas. Ada tiga tim yang mewakili UGM, yaitu Odong-Odong, Makuto Dewo dan Mahardika. Setiap tim terdiri dari 5 mahasiswa yang mempunyai posisi sebagai Marketing Director, Human Resource, Operational, Finance dan Managing Director.

            Peserta dari UGM sendiri pada awalnya berjumlah 33 tim, yang kemudian diseleksi melalui “Campus Manager”. Setiap peserta diwajibkan membuat Curicullum Vitae,  dan  tim yang lolos dipanggil untuk wawancara dan menganalisa kasus yang diberikan. Akhirnya terpilih 3 tim yang menjadi wakil dari UGM dalam kompetisi “rust by Danone”

            Kamis (14/1) diadakan seleksi nasional di Balai Sarbini Jakarta, yang diberi nama “Trust Day”. Peserta terdiri 26 tim dari 10 universitas. “Kita membuat penyelesaian dari kasus bisnis yang diberikan dan merencanakan planning untuk tiga tahun ke depan,” ungkap Viko, Managing Director tim Odong-odong. Enam tim yang lolos nantinya akan mengikuti “Country Final” pada Kamis (11/2) di Jakarta. Tim yang memegang predikat juara pertama berhak mengikuti kejuaraan di Paris. Kompetisi ini diadakan untuk menyebarkan nilai-nilai etika bisnis Danone dengan menggaet berbagai universitas, sekaligus sebagai ajang pencarian bakat
 
Yuri Membantah Memalsukan Surat Atas Nama Forkom PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Salsabila   

 Dalam bantahannya, Yuri menegaskan kasus ini tidak terkait dengan partai manapun dan menuding kecacatan sistem konstitusi sebagai biang keladinya.

 

”Itu bukan surat palsu,” bantah Yuri Ashari Nasution, anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) saat ditemui pada hari Sabtu (9/1). Ia disebut-sebut terlibat dalam kisruh pencatutan nama UKM Mapagama dan Forkom dalam surat yang digunakan Niccolo untuk melegalkan kursinya di DPM sepuluh bulan lalu. Menurut Yuri, surat tersebut bukan surat palsu karena telah dikoordinasikan sebelumnya dengan Ketua Forkom pada saat itu, Muhammad A. B. ”Semua saya koordinasikan. Dan itu sudah didelegasikan juga oleh Mamat (nama panggilan Muhammad, -Red). Tanda tangannya juga atas nama Mamat. Cuma mungkin ada miskomunikasi karena koordinasi itu dilakukan via telepon,” tukasnya.

 

Awalnya, karena tidak melihat perwakilan Forkom saat rapat pertama DPM, Yuri menghubungi Muhammad untuk menanyakan siapa wakil dari Forkom. Muhammad merekomendasikan Agus dari Ukesma, Ningrum dari UKM Pramuka, dan Uun dari UKM Mapagama. Selanjutnya Niccolo Attar diajukan untuk menggantikan Uun yang tidak dapat turut mewakili Forkom dari UKM Mapagama. Niccolo pun terpilih sebagai Ketua DPM tanpa ada seorang pun yang mengetahui caranya masuk melalui jalur illegal, hingga saat ini.

 

 

Cacat Konstitusi

 

Yuri menolak bila dikatakan dirinya mengusulkan Niccolo kepada Muhammad.”Tidak ada sistem rekomendasi dari saya. Niccolo memang yang mau. Saya sendiri tidak tahu kalau Niccolo itu bukan anak UKM, bukan anak Mapagama. Saya baru tahu akhir-akhir ini,” jelas Yuri. Selain itu,ia juga menyangkal kasus ini terkait dengan kepentingan partai Boulevard atau golongan tertentu. Senada dengan pernyataan Niccolo pada wawancara sebelumnya di hari yang sama, kasus ini bersifat pribadi dan tidak ada hubungannya dengan partai manapun. Ia menegaskan bahwa inisiatif murni berasal dari Niccolo sendiri.

 

Sama seperti Niccolo, Yuri selalu berbelit-belit ketika ditanya tentang kronologi kasus ini sejak sepuluh bulan yang lalu. ”Ya hanya seperti itu saja. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada masalah lain. Masalahnya kan hanya Niccolo yang ternyata bukan dari Mapagama,” kilahnya. Ia justru berkali-kali menyatakan bahwa yang salah adalah sistem konstitusi di Keluarga Mahasiswa (KM). Menurutnya, kecacatan di sistem konstitusi membuka celah terjadinya kecolongan seperti kasus Niccolo. Ia pun mengajak semua pihak untuk sama-sama belajar dari peristiwa ini dan memperbaikinya. 

 

Permintaan Maaf

 

Sampai akhir, Yuri tetap bersikeras bahwa surat yang ia buat itu bukan surat palsu. Ia berkata bahwa ia sudah mengklarifikasi surat tersebut dengan Muhammad dan akan melakukannya lagi untuk memperjelas. Meski demikian, ia tetap meminta maaf karena sudah merepotkan teman-teman Forkom. Ia juga meminta agar masalah Niccolo ini tidak diperpanjang lagi. ”Masalahnya memang hanya Niccolo. Tapi saya kira itu sudah cukup lah. Dia sudah minta maaf. Kasihan juga dia,” pintanya.

 

Kejelasan kasus ini masih menunggu hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF) yang akan diumumkan kepada Forkom pada Senin (11/1) mendatang. Hasil laporan tersebut akan dijadikan rekomendasi bagi rektorat untuk pengambilan keputusan selanjutnya. 

 

Salsabila

 

 

 
Niccolo dan Yuri Terancam Sanksi Akademik PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Salsabila   

Niccolo dan Yuri Terancam Sanksi Akademik

 

 

Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas keabsahan surat rekomendasi Niccolo yang dibuat oleh Yuri. Keduanya pun terancam mendapatkan sanksi akademik dari Rektorat.

”Aku nggak pernah mengizinkan dia untuk nggawe (membuat,-Red) surat atas nama Forkom untuk merekomendasikan Niccolo Attar,” tegas Mamad, Ketua Forkom tahun 2008 saat ditemui Tim Pencari Fakta (TPF) pada Minggu (10/1). TPF menemui Mamad untuk mengkonfirmasi pernyataan Yuri bahwa ia telah mendapat izin darinya untuk membuat surat rekomendasi atas nama Forkom.Hari sebelumnya Sabtu (9/1), Yuri menolak mengakui bahwa surat yang ia buat palsu. Ia merasa telah berkoordinasi dengan Mamad sebelumnya. Menurut Yuri, persetujuan Mamad dibuktikan melalui tanda tangan di surat tersebut. Namun, Mamad tidak pernah merasa memberi izin kepada Yuri untuk membuat surat atas nama Forkom yang digunakan Niccolo masuk ke DPM.TPF berencana memanggil kembali Yuri untuk mengkonfirmasi kembali pernyataan Mamad yang ternyata bertentangan dengan pernyataannya. Tetapi hingga hari Senin (11/1), Yuri sulit sekali dihubungi. Saat akhirnya berhasil dihubungi, Yuri mengatakan bahwa ia sedang ada di Jakarta.

Selanjutnya...
 
Mengenal Budaya Korea Lebih Dekat Melalui “Korean Days” PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Natia, Risa   

tarian kipas

    Jurusan Bahasa Korea kembali mengadakan “Korean Days” pada 9-10 Desember lalu. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Pusat Studi Korea dan KOICA (Korean International Coorporation Agency), kali ini juga didukung oleh Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea. Menurut Desiana Enitriatwati, ketua panitia, acara tersebut bertujuan memperkenalkan budaya Korea kepada mahasiswa UGM dan masyarakat Yogyakarta.
    Kegiatan yang rutin diadakan selama sepuluh tahun terakhir ini memiliki berbagai sajian menarik. Salah satunya adalah seminar dengan tema “Contemporary Korea at a Glance” yang menghadirkan empat pembicara, diantaranya Suray Agung Nugroho,SS MA, ketua jurusan Bahasa Korea dan Dr Novi Indriastuti Kussuji, ketua Pusat Studi Korea.

Selanjutnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 9