|
Ketidakjelasan jadwal dan prosedur BOP ini, menimbulkan pertanyaan mengenai birokrasi dan pengelolaan biaya operasional pendidikan di kampus biru ini “Sebenarnya kami tak mempersulit mahasiswa,” demikian ungkap Susanto, Kepala Sub Direktorat Penerimaan dan registrasi UGM. Nyatanya, sebagian mahasiswa menilai proses pembayaran BOP semester ini cukup kisruh dengan tak pastinya jadwal pembayaran BOP. Kurangnya sosialisasi Senin (6/10) lalu, pihak rektorat mengeluarkan surat keputusan mengenai perpanjangan waktu pembayaran BOP hingga Rabu (15/10). Perpanjangan diadakan karena jadwal sebelumnya bertepatan dengan libur hari raya. Surat pemberitahuan ini juga dikeluarkan karena masih banyak mahasiswa yang belum melakukan pembayaran BOP, padahal waktu pelaksanaan mid semester sudah semakin dekat. Sebenarnya, pengeluaran jadwal pembayaran BOP dari pusat ini hanya sebagai kontrol, bukan peraturan yang wajib ditaati. Otoritas tetap dipegang oleh bagian administrasi masing-masing fakultas. “Otoritas ada di tangan fakultas karena dana BOP ini 100% digunakan oleh fakultas, bukan untuk keperluan universitas. Tapi walau begitu, tiap fakultas tetap harus melapor pada pusat,” tutur Susanto. Ada beberapa prosedur bagi mahasiswa yang mendapat keringanan biaya karena berbagai alasan, misal karena mendapat beasiswa atau ingin melakukan penundaan pembayaran. “Mereka yang ingin mendapat keringanan harus melapor pada fakultas dengan menyertakan surat dari dekan fakultas masing-masing,” ujar Susanto. Penundaan pembayaran ini harus disertai alasan logis dan tanggal kesanggupan pembayaran. Selanjutnya, pihak fakultas akan melapor kepada pihak rektorat guna keperluan perubahan data. Hal ini diperlukan karena Bank Mandiri yang dipercaya UGM sebagai pusat aktivitas administrasi tak akan melayani pembayaran jika terdapat kesalahan data. Fasilitas lain Menurut Susanto, sebenarnya tak masalah jika pembayaran BOP dijadwalkan pada 1-5 Oktober. Meski libur dan bank-bank tutup, masih ada fasilitas lain yang bisa digunakan. “’Kan mahasiswa tak perlu datang ke bank. Walaupun bank tutup, masih ada fasilitas-fasilitas yang telah disediakan namun kurang dimanfaatkan oleh mahasiswa, misalnya ATM,” tandas Susanto. Hal ini dibenarkan Wati, salah satu customer service Bank Mandiri. ”Setelah lebaran, antrian di bank selalu penuh. Kita (Bank Mandiri dan mahasiswa, -Red) jadi sama-sama repot. Padahal kan lebih mudah lewat ATM. Bukannya jaman sekarang semua mahasiswa sudah punya ATM?” tambah Wati. Perkembangan pesat dunia internet juga telah menawarkan kebutuhan alat bayar lain yang mudah dan aman, seperti internet banking. ”Fasilitas ATM memang sudah digunakan walau jumlahnya tak sebanyak pembayaran manual di bank. Namun untuk fasilitas e-banking, sepertinya masih jarang mahasiswa yang menggunakan,” ujar Wati. Terlepas dari carut marutnya pembayaran BOP semester ini, UGM tak pernah ingin menyulitkan mahasiswa. Hendaknya niat baik UGM ini disertai juga dengan sosialisasi yang baik tentang tanggal pembayaran dan fasilitas pembayaran lain. |