|
Ketua DPM Tetap Bungkam Meski Meminta Maaf |
|
|
|
|
Ditulis oleh Salsabila
|
|
Ketua DPM Tetap Bungkam Meski Meminta Maaf
Ketua DPM akhirnya muncul setelah menghilang selama beberapa hari dan meminta maaf atas perbuatannya. Namun, ia menolak menjelaskan penyebab kejadian sepuluh bulan lalu.
Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Niccolo Attar, ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM UGM periode 2009 yang tersangkut kasus pencatutan nama UKM Mapagama dan Forkom untuk memperoleh kursi di DPM. Ia meminta kepada semua pihak yang tersinggung dan merasa dirugikan karena perbuatannya untuk memaafkan. “Ketika saya minta maaf, mohon dimaafkan,” ujarnya saat ditemui beberapa saat setelah pertemuan dengan Mapagama, Sabtu (9/1). Selain meminta maaf, ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi.
Niccolo Attar sempat tidak bisa dihubungi beberapa hari setelah insiden di depan sekretariat Mapagama Rabu (6/1). Ia pun tidak menyerahkan press release dan surat permohonan maaf sesuai waktu yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Sikap tersebut tak pelak membuat banyak pihak menyangsikan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini.
Akhirnya, ia muncul hari ini setelah beberapa anggota Mapagama menyambangi sekretariat HMI kemarin (8/1). Saat ditanya mengapa ia tidak datang pada waktu yang disepakati, ia mengaku sedikit mengalami tekanan psikologis dan trauma untuk datang ke sana. Meski demikian, ia mengaku siap dengan apapun konsekuensi yang akan diberikan oleh DPM, termasuk pemberhentian dari jabatan sebagai ketua DPM. “Apapun yang sudah disepakati, akan saya jalani,” tegasnya.
Menurut Niccolo, perbuatan menduduki jatah kursi Forkom di DPM atas nama Mapagama tanpa sepengetahuan Forkom maupun Mapagama adalah masalah pribadinya yang tidak ada sangkut-pautnya dengan institusi atau lembaga manapun. Perihal posisi Yuri sebagai Ketua Partai Boulevard tahun lalu yang membuatkan surat palsu untuk memuluskan langkahnya, itu perkara lain lagi. “Itu urusan Yuri. Silakan ditanyakan langsung pada orangnya,” tandasnya.
Niccolo sendiri menolak berbicara lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi sepuluh bulan yang lalu. Ia juga mengelak saat ditanyai apakah ia menyadari konsekuensi dari perbuatannya pada saat melakukannya. Menurutnya, hal yang sudah berlalu biarlah berlalu dan tidak perlu diungkit-ungkit lagi. “Yang penting saya sudah minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi,” pungkasnya. Salsabila Foto : Aldi-bul |