SHOUTBOX

Polls
Menurut anda, apakah web ini bagus?
 
Featured Links:
Baner
Baner
Baner
Yuri Membantah Memalsukan Surat Atas Nama Forkom PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Salsabila   
Yuri Membantah Memalsukan Surat Atas Nama Forkom

Dalam bantahannya, Yuri menegaskan kasus ini tidak terkait dengan partai manapun dan menuding kecacatan sistem konstitusi sebagai biang keladinya.

”Itu bukan surat palsu,” bantah Yuri Ashari Nasution, anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) saat ditemui pada hari Sabtu (9/1). Ia disebut-sebut terlibat dalam kisruh pencatutan nama UKM Mapagama dan Forkom dalam surat yang digunakan Niccolo untuk melegalkan kursinya di DPM sepuluh bulan lalu. Menurut Yuri, surat tersebut bukan surat palsu karena telah dikoordinasikan sebelumnya dengan Ketua Forkom pada saat itu, Muhammad A. B. ”Semua saya koordinasikan. Dan itu sudah didelegasikan juga oleh Mamat (nama panggilan Muhammad, -Red). Tanda tangannya juga atas nama Mamat. Cuma mungkin ada miskomunikasi karena koordinasi itu dilakukan via telepon,” tukasnya.

Awalnya, karena tidak melihat perwakilan Forkom saat rapat pertama DPM, Yuri menghubungi Muhammad untuk menanyakan siapa wakil dari Forkom. Muhammad merekomendasikan Agus dari Ukesma, Ningrum dari UKM Pramuka, dan Uun dari UKM Perisai diri. Selanjutnya Niccolo Attar diajukan untuk menggantikan Uun yang tidak dapat turut mewakili Forkom dari Perisai diri. Niccolo pun terpilih sebagai Ketua DPM tanpa ada seorang pun yang mengetahui caranya masuk melalui jalur illegal, hingga saat ini.


Cacat Konstitusi

Yuri menolak bila dikatakan dirinya mengusulkan Niccolo kepada Muhammad.”Tidak ada sistem rekomendasi dari saya. Niccolo memang yang mau. Saya sendiri tidak tahu kalau Niccolo itu bukan anak UKM, bukan anak Mapagama. Saya baru tahu akhir-akhir ini,” jelas Yuri. Selain itu,ia juga menyangkal kasus ini terkait dengan kepentingan partai Boulevard atau golongan tertentu. Senada dengan pernyataan Niccolo pada wawancara sebelumnya di hari yang sama, kasus ini bersifat pribadi dan tidak ada hubungannya dengan partai manapun. Ia menegaskan bahwa inisiatif murni berasal dari Niccolo sendiri.
 
Sama seperti Niccolo, Yuri selalu berbelit-belit ketika ditanya tentang kronologi kasus ini sejak sepuluh bulan yang lalu. ”Ya hanya seperti itu saja. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada masalah lain. Masalahnya kan hanya Niccolo yang ternyata bukan dari Mapagama,” kilahnya. Ia justru berkali-kali menyatakan bahwa yang salah adalah sistem konstitusi di Keluarga Mahasiswa (KM). Menurutnya, kecacatan di sistem konstitusi membuka celah terjadinya kecolongan seperti kasus Niccolo. Ia pun mengajak semua pihak untuk sama-sama belajar dari peristiwa ini dan memperbaikinya. 

Permintaan Maaf

Sampai akhir, Yuri tetap bersikeras bahwa surat yang ia buat itu bukan surat palsu. Ia berkata bahwa ia sudah mengklarifikasi surat tersebut dengan Muhammad dan akan melakukannya lagi untuk memperjelas. Meski demikian, ia tetap meminta maaf karena sudah merepotkan teman-teman Forkom. Ia juga meminta agar masalah Niccolo ini tidak diperpanjang lagi. ”Masalahnya memang hanya Niccolo. Tapi saya kira itu sudah cukup lah. Dia sudah minta maaf. Kasihan juga dia,” pintanya.

Kejelasan kasus ini masih menunggu hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF) yang akan diumumkan kepada Forkom pada Senin (11/1) mendatang. Hasil laporan tersebut akan dijadikan rekomendasi bagi rektorat untuk pengambilan keputusan selanjutnya. 

Salsabila