|
Ditulis oleh DK
|
|
Rabu, 03 Maret 2010 17:04 |
|
Mencari Pelanggan Becak Melalui Facebook Situs pertemanan Facebook yang sedang digemari oleh para pengguna internet ternyata memberikan ide kreatif bagi seorang pengayuh becak. Blasius Haryadi, seorang tukang becak yang setiap hari mencari nafkah di kawasan Prawirotaman mendapat berkah tersendiri dengan adanya Facebook. Hobi melakukan browsing di internet menginspirasi dirinya untuk mempromosikan bisnis becaknya lewat jejaring sosial ini. Usaha ini dimulai sejak 2007 lalu, dengan pembuatan sebuah grup di Facebook bernama “Becak Jogja”. Dalam grup tersebut, lelaki single parent dari tiga orang anak ini memperkenalkan jasa becaknya melalui dunia maya. Alumnus SMA Kolese John de Britto angkatan 1988 ini mengungkapkan bahwa melalui Facebook ia bisa belajar banyak hal. Ia juga mendapatkan calon pengguna jasa becak yang mayoritas adalah wisatawan domestik dan mancanegara, contohnya Belanda. Selain itu, ia juga menjadi perantara bagi wisatawan yang ingin memesan hotel di Yogyakarta. Pengguna jasanya dapat menghubungi Haryadi melalui alamat email harry_blas@yahoo.com atau melalui username Facebook ‘Harry van Yogya’. Dengan cara ini, ia mampu menarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta. Pengguna jasanya pun telah memberikan kepercayaan untuk melakukan transaksi dengan melakukan transfer sejumlah uang untuk memesan hotel. Sebuah kepercayaan yang sulit didapatkan. Tak hanya lewat dunia maya, Haryadi yang menggantungkan hidupnya di Prawirotaman ini tak keberatan ketika dimintai informasi seputar tempat penginapan di Yogyakarta. Dari pengalamannya, pria yang memulai usahanya sebagai pengayuh becak sejak 1991 ini tak pernah menemui pelanggan nakal yang mengganggu usahanya selama ini. Tarif becak dengan rute Prawirotaman sampai Malioboro relatif terjangkau, 10 ribu-15 ribu untuk wisatawan domestik dan 15 ribu-20 ribu untuk turis mancanegara. Walaupun hanya seorang pengayuh becak, pria berumur 42 tahun ini mampu menguasai bahasa Inggris dan Belanda. Konon, bisnis becak Haryadi telah menjadi buah bibir di Belanda, terutama kalangan pengguna Facebook. Bisnisnya kini berkembang pesat dan telah menjadi rekomendasi bagi wisatawan Belanda yang ingin melancong ke Indonesia. Usaha pria ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membayar biaya pendidikan anak-anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP tidak sia-sia. Meningkatnya pengguna Facebook yang bergabung di grup miliknya merupakan salah satu bukti nyata. “Awalnya hanya 880, tetapi sekarang meningkat dua kali lipat jadi sekitar 1700-an,” terangnya. Hal ini tentu saja membuat permintaan akan jasanya meningkat sejak satu tahun lalu. Dengan begitu, pendapatan yang ia peroleh pun meningkat. Pria yang istrinya turut menjadi korban gempa Jogja 2006 silam ini berharap usaha mempromosikan becak via Facebook dapat diikuti oleh rekan-rekannya sesama pengayuh becak. “Kalau saya semakin kewalahan memenuhi order, saya dapat berbagi rejeki dengan teman-teman lain,” harapnya. Namun, kendala berupa keterbatasan pengetahuan dan penguasaan internet, serta kurang tertariknya rekan-rekan sesama pengayuh becak membuat hal tersebut belum terealisasi secara optimal. Zudin
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 03 Maret 2010 17:11 )
|
|
|
Ditulis oleh Isa,Prima
|
|
Minggu, 24 Januari 2010 22:39 |
Special Hunt Indonesian Idol UGM 2010 Indonesian Idol RCTI bekerjasama dengan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UGM mengadakan “Special Hunt Indonesian Idol 2010” khusus bagi civitas akademika dan alumni UGM. Audisi dilaksanakan selama dua hari, yaitu Minggu (24/10) dan Senin (25/10). Dengan adanya sistem pendaftaran melalui Facebook dan on the spot, acara ini berhasil mengumpulkan lebih dari 224 peserta. Seleksi yang berlangsung di Ruang Sidang I Gelangang Mahasiswa ini diharapkan dapat menyaring bibit unggul di bidang tarik suara, khususnya dari mahasiswa UGM. “Hari ini (24/10,-Red) akan dipilih 30 orang untuk maju ke tahap kedua yang diadakan besok. Pihak RCTI juga akan datang langsung ke sini. Rencananya sih Rosa dan Erwin Gutawa yang akan menjadi juri pada tahap kedua,” jelas Citra Ayu Maulidya, Project Manager audisi ini. Mengenai persyaratan, peserta merupakan mahasiswa aktif maupun nonaktif, serta alumni UGM, yang berusia 16-27 tahun. Audisi ini bersifat tertutup dan tidak dipungut biaya. Pada tahap pertama, penilaian difokuskan pada segi musikalitas peserta. Juri terdiri dari dua orang, yakni Achi Pradipta dan Oot. Keduanya merupakan alumni UGM dan tergabung dalam PSM. “Untuk hari ini, yang dinilai baru musikalitasnya saja. Besok baru entertainer-nya yang dinilai. Saya berharap dengan adanya Special Hunt ini yang tersaring adalah orang-orang yang memang bisa menyanyi dengan maksimal,” ungkap Achi. Mayoritas peserta yang berasal dari berbagai jurusan di UGM ini mengaku hanya coba-coba mengikuti audisi. Seperti diungkapkan oleh Ika Rafika (Psikologi ‘07) yang mengaku hanya iseng. “Ya kalau nggak lolos no problem. Mumpung aku nggak mudik. Jadi apa salahnya nyoba ikut audisi,” tukasnya. Namun, ada pula yang serius melakukan persiapan. ”Ya nanti kalau misalnya aku nggak lolos di sini, aku ikut seleksi yang di JEC (Jogja Expo Center,-Red). Kalau tetep nggak lolos, aku ikut audisi yang di Bandung. Pokoknya fighter, ngejar terus, yang penting berusaha,” ungkap Aditya Wibowo, (TIP ’06). Aditya mengaku pernah mengikuti audisi Indonesian Idol sebelumnya hingga tahap 50 besar Yogyakarta. (Isa, Prima)
|
|
Ditulis oleh Salsabila
|
|
Kamis, 14 Januari 2010 12:15 |
|
Niccolo dan Yuri Terancam Sanksi Akademik Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas keabsahan surat rekomendasi Niccolo yang dibuat oleh Yuri. Keduanya pun terancam mendapatkan sanksi akademik dari Rektorat. ”Aku nggak pernah mengizinkan dia untuk nggawe (membuat,-Red) surat atas nama Forkom untuk merekomendasikan Niccolo Attar,” tegas Mamad, Ketua Forkom tahun 2008 saat ditemui Tim Pencari Fakta (TPF) pada Minggu (10/1). TPF menemui Mamad untuk mengkonfirmasi pernyataan Yuri bahwa ia telah mendapat izin darinya untuk membuat surat rekomendasi atas nama Forkom.Hari sebelumnya Sabtu (9/1), Yuri menolak mengakui bahwa surat yang ia buat palsu. Ia merasa telah berkoordinasi dengan Mamad sebelumnya. Menurut Yuri, persetujuan Mamad dibuktikan melalui tanda tangan di surat tersebut. Namun, Mamad tidak pernah merasa memberi izin kepada Yuri untuk membuat surat atas nama Forkom yang digunakan Niccolo masuk ke DPM.TPF berencana memanggil kembali Yuri untuk mengkonfirmasi kembali pernyataan Mamad yang ternyata bertentangan dengan pernyataannya. Tetapi hingga hari Senin (11/1), Yuri sulit sekali dihubungi. Saat akhirnya berhasil dihubungi, Yuri mengatakan bahwa ia sedang ada di Jakarta.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 14 Januari 2010 12:22 )
|
|
|
Ditulis oleh Dina
|
|
Sabtu, 16 Januari 2010 19:49 |
|
gleTiga Tim UGM Ikuti Kompetisi Danone
Danone kembali mengadakan “Trust by Danone” ada tahun 2010 ini. Perbedaan dari tahun kemarin adalah bertambahnya jumlah peserta menjadi 10 universitas. Ada tiga tim yang mewakili UGM, yaitu Odong-Odong, Makuto Dewo dan Mahardika. Setiap tim terdiri dari 5 mahasiswa yang mempunyai posisi sebagai Marketing Director, Human Resource, Operational, Finance dan Managing Director.
Peserta dari UGM sendiri pada awalnya berjumlah 33 tim, yang kemudian diseleksi melalui “Campus Manager”. Setiap peserta diwajibkan membuat Curicullum Vitae, dan tim yang lolos dipanggil untuk wawancara dan menganalisa kasus yang diberikan. Akhirnya terpilih 3 tim yang menjadi wakil dari UGM dalam kompetisi “rust by Danone”
Kamis (14/1) diadakan seleksi nasional di Balai Sarbini Jakarta, yang diberi nama “Trust Day”. Peserta terdiri 26 tim dari 10 universitas. “Kita membuat penyelesaian dari kasus bisnis yang diberikan dan merencanakan planning untuk tiga tahun ke depan,” ungkap Viko, Managing Director tim Odong-odong. Enam tim yang lolos nantinya akan mengikuti “Country Final” pada Kamis (11/2) di Jakarta. Tim yang memegang predikat juara pertama berhak mengikuti kejuaraan di Paris. Kompetisi ini diadakan untuk menyebarkan nilai-nilai etika bisnis Danone dengan menggaet berbagai universitas, sekaligus sebagai ajang pencarian bakat
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 20 Januari 2010 22:34 )
|
|
Ditulis oleh Salsabila
|
|
Minggu, 10 Januari 2010 13:24 |
|
Yuri Membantah Memalsukan Surat Atas Nama Forkom
Dalam bantahannya, Yuri menegaskan kasus ini tidak terkait dengan partai manapun dan menuding kecacatan sistem konstitusi sebagai biang keladinya.
”Itu bukan surat palsu,” bantah Yuri Ashari Nasution, anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) saat ditemui pada hari Sabtu (9/1). Ia disebut-sebut terlibat dalam kisruh pencatutan nama UKM Mapagama dan Forkom dalam surat yang digunakan Niccolo untuk melegalkan kursinya di DPM sepuluh bulan lalu. Menurut Yuri, surat tersebut bukan surat palsu karena telah dikoordinasikan sebelumnya dengan Ketua Forkom pada saat itu, Muhammad A. B. ”Semua saya koordinasikan. Dan itu sudah didelegasikan juga oleh Mamat (nama panggilan Muhammad, -Red). Tanda tangannya juga atas nama Mamat. Cuma mungkin ada miskomunikasi karena koordinasi itu dilakukan via telepon,” tukasnya.
Awalnya, karena tidak melihat perwakilan Forkom saat rapat pertama DPM, Yuri menghubungi Muhammad untuk menanyakan siapa wakil dari Forkom. Muhammad merekomendasikan Agus dari Ukesma, Ningrum dari UKM Pramuka, dan Uun dari UKM Perisai diri. Selanjutnya Niccolo Attar diajukan untuk menggantikan Uun yang tidak dapat turut mewakili Forkom dari Perisai diri. Niccolo pun terpilih sebagai Ketua DPM tanpa ada seorang pun yang mengetahui caranya masuk melalui jalur illegal, hingga saat ini.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 14 Januari 2010 12:23 )
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 9 |